FESTIVAL FILM INDIE 2011

TEMA

Pariwisata dan budaya di Kabupaten Pasuruan

KATAGORI DAN PERSYARATAN

Kompetisi film ini ditujukan untuk kalangan umum dan pelajar

PERSYARATAN UMUM

1. Peserta adalah warga negara Indonesia

2. Satu tim bisa mendaftarkan lebih dari 1 karya

3. Durasi film antara 10 s/d 15 menit

4. Bisa menggunakan : Kamera HP, Kamera,Handycam

5. Karya harus orisinil dan merupakan karya sendiri serta belum pernah menang lomba lain

6. Film boleh di berikan narasi,teks penjelasan serta kreatifitas lainya

7. Film dikirim dalam format VCD / DVD beserta data identitas ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan ,jl Veteran no 5 Pasuruan

Read More

1082 USIA KABUPATEN PASURUAN

Berdasarkan penelusuran dan penelitian ahli sejarah, keberadaan hunia dan pemerintahan di Pasuruan di awali di sebuah dusun kecil di lereng timur gunung Penangungan. Dusun tersebut dikenal sebagai dusun Sukci, Desa Bulusari Kecamatan Gempol. Di Tempat ini terdapat Prasasti Cunggrang yang in situ, karena terbuat dari batu yang tentu saja sangat berat. Salinan Prasasti Cunggrang, terbuat dari llempengan tembaga sekarang disimpan di Gereja Kayutangan MalanPrasasti berangka tahun 929 Masehi tersebut dikeularkan pada jaman mPu Sindok, sesaat setelah melakukan pemindahan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Mengingat Prasasti Cunggrang dianggap yang tertua (disamping Prasasti Gulung-Gulung) maka, ditetapkanlah tahun 929 M sebagi munculnya cikal bakal masyarakat di Kabupaten Pasuruan yang kemudian diterbikan peraturannya di Tahun 2007, Diputuskan hari jadi Kabupaten Pasuruan adalah dimulai Jumat Pahing tanggal 18 September 929M.

Untuk menyemarakkan hari jadi tersebut pemerintah kabupaten Pasuruan telah menghelat beragam kegiatan diantaranya Sendratari, Kirab Pataka dan Replika Prasasti dari Gempol ke Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Jalan Sehat dan tanggal 8 oktober nanti akan diadakan Education Fashion Carnival dengan rute Terminal Pandaan ke Rumah Makan Cianjur.

Millenarisme Gunung Penanggungan

Penghobi naik gunung pasti kenal Gunung Penanggungan. Tingginya cuman 1600 an meter dpl. Cocok untuk training pendaki pemula juga manula he he he. Tapi, dibanding gunung lain di Jawa Timur , Gunung Penanggungan menyimpan banyak keunikan. Di lereng Barat (jalur pendakian lewat Seloliman Trawas) akan dijumpai candi-candi kecil nan eksotis. Lho, kok banyak candi di gunung?

CANDI PUTRI

CANDI PUTRI

Sesaat setelah mendaki kurang lebih 3 Km (dari jalan arah Trawas – Ngoro), sampailah di Situs Jalatunda. Sebuah Situs Candi berupa Patirtaan (pemandian) yang konon dibangun jaman Raja Airlangga, lantaran terdapat inskripsi UDAYANA di teras pancurannya.

Nah, kalo ingin ketemu candi-candi kecil (yang dibangun jama Majapahit), terus naik ke arah puncak Gunung Penanggungan. Mula-mula akan ketemu Candi Bayi, Candi Putri, lalu Candi Pura.

Naik lagi ketemu Candi Gentong, naik terus akan sampai di Candi Shinta. Jika memutar ke arah kanan akan ketemu Candi Lurah, Candi Carik, Candi Yudha. Jarak antara candi-candi kecil itu kira-kira antara 100-200 meter lah.

Read More

Babad Desa Prigen

Sejarah terjadinya Kelurahan Prigen tidak dapat dipisahkan keberadaannya dengan nama tokoh legendaris MBAH ANDAN BUMI seorang keturunan darah biru pada masa Mataram Kuno. Beliau bermuhibah ke wilayah timur dengan maksud untuk mendirikan padepokan / perguruan MACAN PUTIH . Memilih PRIGEN sebagai padepokan di samping pertimbangan lingkungan alam yang pada masa itu masih berwujud hutan belantara dan berada di dataran tinggi yang juga dikandung maksud untuk mendekatkan komunikasi spiritual dengan tokoh-tokoh padepokan lainnya yaitu: Padepokan Trawas, Padepokan Kembarsari/ Mbarsari, Padepokan Gunungsari, Padepokan Arcopodho/ Kepulungan.

Read More