|
Sejarah
|
|
Written by richie smastra
|
|
Thursday, 05 March 2009 12:38 |
|
Tidak terbayang bukan kalau Pasuruan sudah setua itu. Usianya saat ini telah mencapai 297 tahun. Tiga Tahun ke depan udah 3 abad. Sebenarnya, untuk menentukan hari jadi sebuah kota atau tempat tidak segampang seperti mengingat tahun kelahiran kita. Prosesnya panjang dan rumit.
Perlu PANSUS segala. Mulanya, ada lebih dari sepuluh poin yang dibahas untuk menentukan hari jadi Pasuruan, lalu mengerucut jadi empat poin saja.
Diantaranya, Pelantikan Darmoyudo I, Babad Untung Surapati, Babad Sidogiri serta Prasasti Sutji di Bulusari, Gempol. ama Untung Surapati tentu tak asing bagi kita. Namanya melegenda sebagai salah satu tokoh penentang kompeni di Batavia yang akhirnya merembet sampai Pasuruan. Konon, sempat pula sang pemuda Untung macarin Suzana, anak perwira Kompeni.
Babad Sidogiri berpijak pada kiprah Sayyid Sulaiman yang masih keturunan Walisongo karena merupakan cucu dari Syarif Hidayatullah Cirebon. Juga merupakan kakak Mbah Arif Segoropuro, Rejoso sekalian menantu dari Mbah Soleh Semandi Winongan. Yang perlu kita tahu, nama-nama ini merupakan tokoh Pasuruan yang sekaligus penyebar agama Islam di Pasuruan.
Bahkan,saat itu penyebaran Islam sangat ditentang oleh Belanda sehingga salah satu pengasuh PONPES Sidogiri Kiai Abdul Jalil, tewas tertembak. Akhirnya ditetapkan, berdasarkan Babad Sidogiri, hari jadi Pasuruan adalah 20 September 1712, harinya Selasa Wage.
|