Babad Desa Prigen

Sejarah terjadinya Kelurahan Prigen tidak dapat dipisahkan keberadaannya dengan nama tokoh legendaris MBAH ANDAN BUMI seorang keturunan darah biru pada masa Mataram Kuno. Beliau bermuhibah ke wilayah timur dengan maksud untuk mendirikan padepokan / perguruan MACAN PUTIH . Memilih PRIGEN sebagai padepokan di samping pertimbangan lingkungan alam yang pada masa itu masih berwujud hutan belantara dan berada di dataran tinggi yang juga dikandung maksud untuk mendekatkan komunikasi spiritual dengan tokoh-tokoh padepokan lainnya yaitu: Padepokan Trawas, Padepokan Kembarsari/ Mbarsari, Padepokan Gunungsari, Padepokan Arcopodho/ Kepulungan.


Dari beberapa nara sumber, ternyata nama Prigen ada 5 versi. Versi pertama, konon, nama Prigen muncul dari nama yang diberikan oleh Asmoro Bumi. Saat itu wilayah Prigen diserang pageblug berupa penyakit yang mematikan. Pagi sakit, sore meninggal. Sore sakit, pagi meninggal. Melihat kondisi msayarakat yang memprihatinkan, Asmoro Bumi berikhtiar dengan puasa ngebleng selama 40 hari petunnjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya petunjuk pun utnuk meminta diperoleh dan masyarakat desa terbebas dari penyakit mematikan.

Namun saat melakukan tirakat puasa itulah, Asmoro Bumi mengalami sakit perut yang luar biasa. Perih karena menahan haus dan lapar. Untuk mengatasinya, diambilnya kain panjang untuk mengikat perut yang disebut Stagen. Dari dua kata itulah kemudian Asmoro Bumi menamakan Dusun yang ditempatinya dengan nama Prigen. Perih yang kemudian diikat dengan kain Setagen.

Versi kedua, Prigen merupakan sebutan bagi tempat yang masih angker (wingit). Dimana di tempat tersebut banyak dihuni Peri (makhluk halus/ hantu) manggen (berdiam di tempat tersebut). Ada yang mengartikan PERI sak ENGGEN ENGGEN ( dimana-mana ) , karena waktu itu kawasan ini masih berujud hutan belantara ( ALAS GONG LEWANG LEWUNG, JALMO MORO JALMO MATI ) Karena keangkerannya itulah maka tempat yang masih dihuni oleh Peri (makhluk halus) disebut Prigen.

Sedangkan versi ketiga manyatakan bahwa Prigen berasal dari suku kata PE RI GI AN. Konon, saat itu wilayah Tretes masih disebut Coban Tretes dan Wilayah Prigen disebut Perigian artinya adalah Pesumuran tempat untuk mengambil air/ tempat untuk menimba ILMU.

Nama Prigen juga sering dihubung-hubungkan dengan bunga berwarna kuning yang konon banyak tumbuh di wilayah Prigen saat itu. Karena tempat tersebut cocok untuk tempat tumbuhnya bunga kuning tersebut, maka tempat tersebut kemudian disebut Prigen. PERIGEN adalah nama tumbuhan SENIKIR/KENIKIR (Chrisantenum Lt.). Daunnya rasa pahit/gerit , berbau menyengat namun disukai ROJOKOYO (kambing/Lembu) .

Versi kelima menyatakan bahwa Prigen berasal dari kata Pri dan Gen. Pri adalah suku kata dari prihatin sedangkan gen adalah suku kata dari panggenan (tempat) yang kemudian membentuk akronim PRIGEN yang berarti Tempat (panggenan) untuk Prihatin.

Demikianlah, ternyata Prigen memiliki banyak asal kata. Terlepas dari semua itu, yang jelas para leluhur sudah memberi tetenger bagi pedukuhan di Lereng Gunung Welirang ini dengan nama Prigen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *